Medan-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia resmi mengumumkan melalui surat pengumuman nomor 0680/E/KS.06.02/2022 tertanggal 16 agustus 2022 terdapat 185 proposal dari berbagai Perguruan Tinggi se Indonesia baik Negeri maupaun Swasta yang mendapatkan bantuan pendanaan program matching fund gelombang ke lima tahun anggaran 2022.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) lolos sebagai salah satu perguruan tinggi pemenang Hibah Matching Fund (MF) Kedaireka Batch ke-5 tahun 2022 ini.
Hibah yang dimaksudkan sebagai link dan match antara perguruan tinggi (PT) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) ini bersifat multidisiplin dan sangat kompetitif. Proyek MF yang didanai berjudul “Pengembangan aplikasi pemasaran digital berbasis affiliate marketing untuk meningkatkan omset penjualan produk UMKM secara digital”
Tim Pengusul MF Kedaireka UMSU sendiri diketuai oleh Ahmad Afandi, S.Kom.,MM yang merupakan dosen Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FAI UMSU dan beranggotakan 2 dosen yakni Syahrul Amsari, S.E.Sy.,M.Si serta Isra Hayati, M.Si yang juga Pimpinana Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FAI UMSU kemudian juga melibatkan Mahasiswa FAI UMSU.

Mitra yang terlibat dari dunia usaha adalah PT. Keloria Sehat sebagai salah satu produsen herbal.
Seperti yang disampaikan Ahmad Afandi, MM selaku ketua tim pengusul saat diwawancarai admin web MBS FAI UMSU juma’at 26/08/2022 ia mengatakan dalam project ini kita akan berkerjasama dengan dengan mitra kita PT. Keloria Sehat, sebagai salah satu produsen herbal yang produknya sangat dibutuhkan masyarakat dan kita akan optimalkan pemasaran produknya.
“Insyaallah dalam waktu dekat program ini akan kita laksanakan setelah dana turun dari Kemendikbud RI, kita targetkan program ini akan selesai November tahun ini” tambah afandi.
ia juga mengatakan bahwa tim akan mengembangkan sebuah platform dalam pemasaran digital berbasis affiliate marketing, dimana kita akan membantu UMKM untuk memasarkan produknya secara online dengan melibatkan Mahasiswa dan Masyarakat umum dengan platform yang dikembangkan.
untuk itu kita punya tiga target dalam program ini, pertama mengembangkan aplikasinya, kedua melakukan edukasi aplikasi kepada mahasiswa dan masyarakat dan terakhir mengembangkan pemasaran digital dengan sumber daya tadi tutup afandi. *SyAhrUl

