Dosen dan Ketua Program Studi UMSU Ikuti Sertifikasi Kompetensi Manajemen Risiko Refreshment Jenjang 6
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan kompetensi profesional berkelanjutan. Pada 28 Agustus 2025, dosen sekaligus Ketua Program Studi UMSU mengikuti program Sertifikasi Kompetensi Manajemen Risiko Refreshment Jenjang 6, yang merupakan sertifikasi nasional untuk memperbarui dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola risiko secara profesional.
Keikutsertaan dalam program sertifikasi ini memiliki nilai strategis yang tinggi bagi UMSU, mengingat manajemen risiko menjadi aspek krusial dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi modern. Melalui sertifikasi Jenjang 6 yang setara dengan level sarjana dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), para dosen akan memperoleh kompetensi mendalam dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola berbagai jenis risiko, mulai dari risiko operasional kampus hingga risiko reputasi institusi.
Program refreshment ini tidak hanya berfokus pada pembaruan pengetahuan teoritis, tetapi juga memperkuat kemampuan praktis dalam implementasi manajemen risiko di lingkungan akademik. Para peserta akan dibekali dengan tools dan metodologi terkini yang dapat diaplikasikan dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi UMSU untuk menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja yang penuh ketidakpastian.
Investasi dalam pengembangan kompetensi manajemen risiko ini diharapkan dapat memberikan dampak multiplier effect bagi ekosistem pendidikan UMSU. Dosen yang telah tersertifikasi akan dapat mengintegrasikan perspektif manajemen risiko dalam proses pembelajaran, mengembangkan riset yang relevan dengan kebutuhan industri, serta memberikan layanan konsultasi profesional kepada masyarakat. Dengan demikian, UMSU tidak hanya berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa, tetapi juga berperan aktif dalam membangun budaya manajemen risiko yang lebih baik di Indonesia.

