FGD STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh: Mengembangkan Kurikulum dan Persiapan Akreditasi Program Studi Perbankan Syariah
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas pengembangan kurikulum dan persiapan akreditasi Program Studi Perbankan Syariah.
Kegiatan ini berlangsung di kampus STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dengan dihadiri oleh para dosen dan staf pengajar, menunjukkan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi berbasis syariah.
Dalam FGD ini, para peserta aktif berdiskusi terkait penyusunan kurikulum yang sesuai dengan standar pendidikan nasional serta kebutuhan industri perbankan syariah berdama dengan ketua program studi Manajemen Bisnsi Syariah Dr. Rahmayati, M.E.I.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memastikan program studi memiliki standar akademik yang unggul dan memenuhi syarat akreditasi dari lembaga resmi.
Ketua panitia FGD menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan kompetensi lulusan, serta mendukung visi menjadi pusat unggulan pendidikan tinggi Islam di Aceh Barat. “Kami berharap hasil diskusi ini bisa menjadi pedoman dalam merancang kurikulum yang relevan dengan perkembangan perbankan syariah di Indonesia,” ujarnya.
Para peserta juga menekankan pentingnya integrasi antara teori akademik dan praktik industri agar mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah siap menghadapi tantangan dunia kerja. Diskusi ini mencakup evaluasi mata kuliah, pemetaan kompetensi lulusan, hingga langkah-langkah strategis dalam proses akreditasi.
Dengan terselenggaranya FGD ini, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak lulusan yang profesional, kompeten, dan berakhlak mulia, sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis syariah. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperkuat kolaborasi antar-dosen dan mempersiapkan standar akademik yang lebih baik ke depannya.

